Jumat, 06 November 2009

PENGERTIAN PENDIDIKAN, TEKNOLOGI DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN



A. PENGERTIAN PENDIDIKAN
Pendidikan, seperti sifat sasarannya yaitu manusia, mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu, maka tidak sebuah batasan pun yang cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan (Tirtarahardja, 2005:33).
Pengertian pendidikan berdasarkan batasan pendidikan ditinjau dari fungsinya (Tirtarahardja, 2005:33):
1. Pendidikan sebagai proses Transformasi Budaya
Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi lain
2. Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi
Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah pada terbentuknya kepribadian peserta didik.
3. Pendidikan sebagai proses menyiapkan warga negara
Pendidikan sebagai proses menyiapkan warga negara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga Negara yang baik.
4. Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja
Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja.

Secara umum, pendidikan diartikan sebagai upaya mengembangkan kualitas pribadi manusia dan membangun karakter bangsa yang dilandasi nilai-nilai agama, filsafat, psikologi, social budaya dan ipteks yang bermuara pada pembentukan pribadi manusia bermoral dan berakhlak mulia serta berbudi luhur.
Pengertian Pendidikan bermacam-macam antara lain menurut (http://dimasputra16.wordpress.com/2008/05/26/definisi-pendidikan):
a. Diana Revitch
Pendidikan adalah usaha atau upaya yang penuh pertimbangan, sistematis dan berkelanjutan untuk membangkitkan, mendorong, memotivasi dan memperoleh pengetahuan, sikap, ketrampilan, sensibilitas, emosional, serta intelektual.

b. UU RI No 4 Tahun 1950, yang pelaksanaanya pada tahun 1954.
Pendidikan adalah membentuk manusia yang cakap.

c. UU RI No 2 Tahun 1989 Tentang Sisdiknas
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

d. UU RI No 20 tahun 2003 Tentang Sisdiknas
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

e. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , (2001) makna pendidik secara etimology adalah orang yang mendidik, sedangkan makna pendidik secara terminology adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntutan, pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran, dan makna pendidik secara sociology adalah orang yang mampu berkomunikasi baik lisan, tulisan atau isyarat secara efektif kepada peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua, serta masyarakat sekitarnya.

f. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.

Definisi pendidikan menurut para ahli, (http://www.idonbiu.com/2009/07/ definisi-pendidikan-secara-umum.html) adalah sebagai berikut:
• Menurut Juhn Dewey, pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana diahidup. (A.Yunus,1999:7)
Menurut H. Horne, pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia. (A.Yunus,1999:7).
• Menurut Frederick J. Mc Donald, pendidkan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat (behavior) manusia. Yang dimaksud dengan behavior adalah setiap tanggapan atau perbuatan seseorang, sesuatu yang dilakukan oleh sesorang. (A. Yunus, 1999 : 7- 8)
• Menurut M.J. Langeveld, pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung.
Berdasarkan pengertian diatas dapat kita simpulkan, pendidikan adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.



DEFINISI TEKNOLOGI


Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik.
Pengertian Teknologi sebenarnya berasal dari kata Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“ yang dapat diartikan dengan ”Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa benda atau konsep, pembatasan cara yaitu secara rasional adalah penting sekali dipahami disini sedemikian pembuatan atau pewujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetisi). (http://cheuw.com/arti-teknologi)
Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Meskipun demikian, penemuan yang sangat lama seperti roda juga disebut sebuah teknologi.
Definisi lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi)

Menurut Perdinand Braudel
Teknologi adalah segala sesuatu teknologi bukannya sekedar aplikasi ilmu pengetahuan melainkan juga perbaikan, proses serta sarana yang memungkinkan suatu generasi menggerakkan pengetahuan generasi sebelumnya sebagai dasar bertindak (Seels, 1994:7).

Menurut James Finn
Technology includes processes, systems, management and control mechanisms both human and non human, and a way of looking at the problems as to their interest and difficulty, the feasibility of technical solutions, and the economic values (selain diartikan sebagai mesin, teknologi bisa mencakup proses, sistem, manajemen, dan mekanisme pantauan; baik manusia itu sendiri atau bukan, serta, cara pandang terhadap masalah berikut lingkupnya, tingkat kesukaran, studi kelayakan, serta cara mengatasi masalah secara teknis dan ekonomis) (Gentry, 1995:2).

Menurut Brooks
Teknologi tidak hanya berasal dari bidang ilmu pengetahuan melainkan juga bidang-bidang lain seperti seni dan penemuan sosial (Seels, 1994:7).

Menurut Rogers
Teknologi adalah suatu rancangan langkah instrumental untuk memperkecil keraguan mengenai hubungan sebab akibat dalam mencapai hasil yang diharapkan (Seels, 1994:7).

Teknologi merupakan hasil rekayasa manusia yang diciptakembangkan untuk mengatasi masalah atau keterbatasan manusia. Teknologi menurut Gaibraith dapat diartikan sebagai Penerapan sistematik dari pengetahuan ilmiah/terorganisasikan dalam hal-hal yang praktis (http://cheuw.com/arti-teknologi/)
Teknologi juga penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang. Teknologi merupakan Aplikasi ilmu dan engineering untuk mengembangkan mesin dan prosedur agar memperluas dan memperbaiki kondisi manusia atau paling tidak memperbaiki efisiensi manusia pada beberapa aspek. (http://cheuw.com/arti-teknologi/)
Throughout the twentieth century the uses of the term have increased to the point where it now encompasses a number of “classes” of technology:
1. Technology as Objects:
Tools, machines, instruments, weapons, appliances - the physical devices of technical performance
2. Technology as Knowledge:
The know-how behind technological innovation
3. Technology as Activities:
What people do - their skills, methods, procedures, routines
4. Technology as a Process:
Begins with a need and ends with a solution
5. Technology as a Sociotechnical System:
The manufacture and use of objects involving people and other objects in combination (http://atschool.eduweb.co.uk/trinity/watistec.html).
Dari pengrtian diatas, dapat disimpulkan bahwa teknologi adalah alat (sarana), system dan proses untuk meningkatkan produktivitas dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan














DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN


Berdasarkan definisi AECT 2004 ( AECT Definition and Terminologi Committee document #MM4.0 ), Teknologi Pendidikan adalah: Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources. (Teknologi pendidikan adalah studi dan etika praktek untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan sumber daya teknologi.)
Menurut Prof.Dr.Yusuf Hadi Miarso, M.Sc, Teknologi pendidikan adalah;
• Suatu proses yang kompleks dan terintegrasi meliputi manusia, alat, dan sistem, termasuk diantara gagasan, prosedur dan organisasi.
• Suatu bidang yang berkepentingan dengan pengembangan secara sistematis berbagai macam sumber belajar, termasuk didalamnya pengelolaan dan penggunaan sumber tersebut.
• Suatu bidang profesi yang terbentuk dengan adanya usaha terorganisasikan dalam mengembangkan teori, melaksanakan penelitian, dan aplikasi praktis perluasan, serta peningkatan sumber belajar.
• Bergerak dalam keseluruhan bidang pendidkan dan mengusahakan terciptanya keseimbangan kerjasama yang selaras dengan berbagai profesi pendidikan lain.

Beberapa definisi yang dianggap kokoh dan permanen diantaranya adalah definisi yang diluncurkan oleh Komisi khusus AECT tahun 1977 dan definisi yang diluncurkan oleh Seels & Richey tahun 1994 dan masih disponsori oleh organisasi profesi ini. Berikut rinciannya (http://www.teknologipendidikan.net/ wp-content/uploads/2008/02/dsp_visi_teknologi_pendidikan.pdf)
.

Rumusan tahun 1972
“Teknologi pendidikan sebagai bidang garapan yang terlibat dalam penyiapan fasilitas belajar (manusia) melalui penelusuran, pengembangan, organisasi, dan pemanfaatan sistematis seluruh sumber-sumber belajar; dan melalui pengelolaan seluruh proses ini”.
Definisi di atas diambil dan disarikan dari rumusan sebelumnya, yaitu tahun 1963, 1970, dan 1971. Sewaktu merumuskan definisi tadi, para pakar menyatakan teknologi pendidikan sebagai bidang garapan. Mereka berusaha mencari peluang keahlian yang dapat dijadikan sebagai ‘pekerjaan’ dan mengembangkan keahlian tersebut berdasarkan pengalaman kerja yang diperoleh.

Rumusan tahun 1977
Tahun 1977 AECT membedakan dua rumusan teknologi pendidikan dengan teknologi instruksional. Berikut uraiannya.
• teknologi pendidikan
Definisi teknologi pendidikan berbunyi, “….. proses yang rumit dan terpadu, melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis dan mengolah masalah, kemudian menggunakan, mengevaluasi, dan mengelola seluruh upaya pemecahan masalahnya yang termasuk dalam seluruh aspek belajar (manusia)”.
• teknologi instruksional
Teknologi instruksional ialah “satu bagian dari teknologi pendidikan – dengan asumsi sebagai akibat dari konsep instruksional sebagai bagian pendidikan – bersifat rumit dan terpadu, melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis dan mengolah masalah, kemudian menerapkan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah pada situasi dimana proses belajar terarah dan terpantau”. Rumusan tersebut mengandalkan teknologi pendidikan sebagai suatu proses – kegiatan berkesinambungan, dan merinci kegiatan yang harus dilaksanakan oleh para praktisinya.

Rumusan tahun 1994.
Setelah 17 tahun menerapkan konsep yang sama, akhirnya AECT melalui dua anggotanya meluncurkan definisi terbaru. Rumusan tersebut berbunyi, “teknologi instruksional merupakan teori dan terapan atas rancangan, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi atas proses dan sumber-sumber belajar”.

Empat konsep dasar teknologi pendidikan dan teknologi instruksional dari narasumber berbeda (http://www.teknologipendidikan.net/wp-content/uploads/ 2008/02/dsp_visi_teknologi_pendidikan.pdf)

Michael Molenda
Molenda (1989) mencoba merumuskan teknologi instruksional sebagai “seni sekaligus ilmu (pengetahuan) mengenai kegiatan merancang, memproduksi dan melaksanakannya dengan cara ekonomis namun anggun / canggih, pemecahan masalah instruksional – dalam bentuk media cetak atau media pandang-dengar, kuliah, atau keseluruhan sistem instruksional – yang mengatur dan mempersiapkan proses belajar dengan efisien dan efektif.
Molenda menekankan perpaduan antara unsur seni sekaligus ilmiah dalam menyelenggarakan proses belajar dengan cara berhemat tetapi tidak mengesampingkan mutu hasil belajar.

Robert M Gagne
Bagi Gagne, “teknologi instruksional menyangkut tehnik praktis dari penyampaian instruksional yang melibatkan penggunaan media. Tujuan utama bidang teknologi instruksional adalah meningkatkan dan memperkenalkan penerapan pengetahuan tadi dan memvalidasikan prosedur dalam rancangan dan penyempaian instruksional”.
Gagne menginginkan upaya pengolahan materi belajar menjadi prioritas agar interaksi belajar terjadi. Interaksi belajar timbul karena si belajar sedang menyerap materi dan menginterpretasikannya sendiri – menulis kembali satu alinea, atau mengingat rumus – bisa pula terjadi antara si belajar dengan orang lain, misalnya guru, temannya, atau narasumber lain.

Gary J Anglin
Anglin, 1995 mengamati struktur dan prosedur kerja seluruh komponen yang teruji dan rapi ternyata lebih penting. Ia mengatakan, “teknologi instruksional adalah penerapan sistemik dan sistematis dari strategi-strategi dan tehnik-tehnik yang berasal dari ilmu perilaku serta ilmu lain untuk mengatasi masalah instruksional”. Pernyataannya menegaskan bahwa konsep teknologi instruksional menerapkan atau “meminjam” bidang lain dalam menciptakan proses belajar kondusif.

Tjeerd Plomp & Donald P Ely
Plomp & Ely berbeda lagi. Dengan merujuk pada konsep Finn, mereka mengungkapkan dua aspek pokok dalam teknologi instruksional. Kedua aspek tersebut yakni :
1. teknologi instruksional mengacu pada proses belajar dan
2. pengembangan produk merupakan materi belajar yang telah diuji dan direvisi secara sistematis.

Gentri menyimpulkan Teknologi Pendidikan sebagai “aplikasi strategi maupun teknik yang sistemik maupun sistematik yang diambil dari konsep ilmu pengetahuan alam maupun pengetahuan lain dalam memecahkan masalah pembelajaran (Seels, 1994:8)
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi pendidikan adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal.



DAFTAR PUSTAKA

Anglin, Gary J. 1995. Instructional Technology; Past, Present and Future. Liberaries Unlimited, INC. colorado

Seels, Barbara B. and Richey Rita C. 1994. Teknologi Pembelajaran; Definisi dan Kawasannya. Unit Penerbitan Universitas Negeri Jakarta: Jakarta

Tirtarahardja, Umar dan La Sulo,SL. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

(http://dimasputra16.wordpress.com/2008/05/26/definisi-pendidikan):
(http://www.idonbiu.com/2009/07/ definisi-pendidikan-secara-umum.html)
(http://cheuw.com/arti-teknologi)
(http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi)
(http://atschool.eduweb.co.uk/trinity/watistec.html).

(http://www.teknologipendidikan.net/wp-content/uploads/2008/02/dsp_visi_
teknologi_pendidikan.pdf)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar